Selasa, 30 September 2014

Motivasi Belajar



Motifasi Belajar
            Menurut saya motivasi adalah keinginan yang berasal dari diri sendiri terhadap sesuatu agar sesuatu tersebut berhasil diraih atau dilaksanakan. Jadi motivasi belajar adalah keinginan seseorang yang berasal dari dirinya sendiri untuk belajar mengenai suatu hal. 

Contohnya motivasi belajar seorang pelajar dalam mata pelajaran disekolahnya. Dari keseluruhan pelajaran yang terdapat disekolah tentu tidak semua anak-anak memiliki motovasi yang sama dengan anak-anak lainnya, misalnya A suka dengan pelajaran matematika dan B tidak suka dengan pelajaran ini, tentu motifasi untuk belajar pada pelajaran matematika ini lebih tinggi A jika di bandingkan dengan B. Dan setiap individu pasti memiliki kegemaran pada pelajaran tertentu.

Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah sebagai berikut:
1.      Kerumitan pelajaran
2.      Jumlah tugas
3.      Pengajar
4.      Waktu belajar
5.      Kondisi ruangan belajar


Kerumitan pelajaran mempengaruhi motivasi belajar seseorang, kembali lagi pada tiap individunya masing-masing jika seseorang yang menyukai pelajaran yang rumit bukanlah hal yang sulit untuk memunculkan motivasi belajar yang dimilikinya, tetapi bagaimana jika seorang murid yang tidak menyukai pelajaran yang rumit, hal ini dapat menurunkan motivasi belajar yang dimilikinya.

Jumlah tugas juga mempengaruhi seseorang untuk belajar, Jika jumlah tugas sedikit pelajar cenderung menunda-nunda untuk mengerjakan tugas tersebut, walaupun tidak menutup kemungkinan ada pelajar yang langsung mengerjakan tugasnya. Namun jumlah tugas yang sangat banyak juga dapat menurunkan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut dan membuat malas mengerjakannya.

Peran pengajar sangatlah penting dalam menumbuhkan motivasi belajar yang dimiliki siswa. Saya mengambil contoh dua tipe pengajar yang sering ditemukan di berbagai sekolah. Tipe A adalah pengajar yang sangat disiplin, tegas dan keras. Lalu untuk tipe B pengajar yang ramah, mudah berinteraksi dengan murid, serta humoris. Jika di bandingkan pelajar akan lebih menyukai pengajar bertipe B dan dapat menumbuhkan motivasi belajar yang para siswa. Walaupun pengajar bertipe A memiliki fungsi untuk melatih mental parasiswa tersebut, tetapi dalam hal menumbuhkan motivasi belajar yang terbaik menurut saya adalah pengajar bertipe B.

Selanjutnya adalah waktu belajar, factor ini juga sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar. Langsung saja saya ambil contoh, seorang mahasiswa yang tidak menyukai pelajaran matematika yang dianggapnya rumit dimulai saat pukul 2 siang hari dan selama 3 jam pelajaran, untuk melihat jadwalnya saja sudah menurunkan motivasi untuk belajar. Apalagi jika dosen pengajarnya bertipe A dan terkenal suka memberi banyak tugas.

Lalu kondisi ruangan yang digunakan dalam proses pembelajaran sebaiknya gunakan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, cukup pencahayaan, dan suasana yang tenang. Hal ini dapat menumbuhkan motivasi belajar seseorang. Bayangkan saja jika ruangan yang di gunakan sangat panas, sirkulasi udara tidak bagus, dan pencahayaan juga kurang baik, ditambah jika ada suara bising yang mengganggu proses pembelajaran.

Jadi dari kelima faktor diatas, menurut saya solusi yang terbaik dalam menumbuhkan motivasi belajar adalah dengan menempatkan jadwal pelajaran rumit pada pagi hari, serta pengajar yang bertipe B yang memberikan tugas sewajarnya dan juga kondisi ruangan yang nyaman saat proses belajar. Hal ini tentunya dapat menumbuhkan motivasi belajar dengan baik.

0 komentar:

Posting Komentar